Rangka Yang Terbuat Dari Lembaran Logam dan Biasanya Diterapkan Pada Tipe Sepeda Motor Lama Adalah?
Satupiston.com - Assalamu'alaikum. Apa nama rangka yang terbuat dari lembaran logam dan biasanya diterapkan pada tipe sepeda motor lama? Sepeda motor telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Di balik desainnya yang beragam, salah satu elemen penting dalam konstruksi sepeda motor adalah kerangka atau rangka.
Rangka berfungsi sebagai tulang punggung yang menopang seluruh komponen sepeda motor, memberikan kekuatan, kestabilan, dan keselamatan bagi pengendara. Salah satu jenis rangka yang populer pada tipe sepeda motor lama adalah kerangka pressed, yang terbuat dari lembaran logam.
Evolusi Rangka Sepeda Motor
Kerangka pressed mulai dikenal pada era 1950-an hingga 1970-an, terutama pada sepeda motor buatan Jepang yang mendominasi pasar saat itu. Pada periode ini, teknologi pembuatan rangka mengalami evolusi signifikan, yang berdampak pada peningkatan performa dan daya tahan sepeda motor.
Kerangka pressed ini terbuat dari lembaran logam yang dipotong, dibentuk, dan kemudian dipress menjadi satu kesatuan. Teknik ini memungkinkan pembuatan rangka yang lebih ringan namun tetap kuat, serta lebih murah dibandingkan metode pembuatan rangka tubular yang lebih kompleks.
Menurut Yandi, seorang pegawai bengkel di Sangkuriang, Cimahi, kerangka pressed memiliki keunggulan tersendiri dalam hal efisiensi produksi dan performa. "Rangka pressed lebih mudah diproduksi dalam jumlah besar karena proses pembuatannya lebih sederhana dan bisa dilakukan dengan mesin. Selain itu, rangka ini juga lebih ringan, yang membuat sepeda motor lebih lincah dan hemat bahan bakar," ungkapnya.
Keunggulan dan Kekurangan Kerangka Pressed
Kerangka pressed menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya populer pada masanya. Pertama, bobotnya yang ringan memberikan keuntungan dalam hal manuver dan akselerasi.
Pengendara dapat merasakan kelincahan yang lebih baik saat mengendarai sepeda motor dengan kerangka pressed. Kedua, biaya produksinya yang lebih rendah membuat harga sepeda motor menjadi lebih terjangkau, sehingga menarik minat banyak konsumen.
Namun, tidak semua aspek kerangka pressed sempurna. Kekurangan utama dari kerangka ini adalah kekuatannya yang lebih rendah dibandingkan dengan rangka tubular. Dalam kondisi ekstrem atau saat terjadi kecelakaan, kerangka pressed lebih mudah mengalami deformasi atau kerusakan.
Yandi menjelaskan, "Kerangka pressed cenderung lebih mudah penyok atau rusak ketika terkena benturan keras. Ini menjadi salah satu alasan mengapa jenis rangka ini mulai ditinggalkan seiring perkembangan teknologi."
Penerapan pada Tipe Sepeda Motor Lama
Pada masanya, kerangka pressed banyak digunakan pada berbagai model sepeda motor, terutama pada tipe-tipe yang dirancang untuk penggunaan harian dengan mesin berkapasitas kecil hingga menengah.
Menurut Yandi, penggunaan kerangka pressed pada sepeda motor lama juga disebabkan oleh tuntutan pasar pada saat itu. "Konsumen di era tersebut menginginkan sepeda motor yang murah, mudah dirawat, dan irit bahan bakar. Kerangka pressed menjawab kebutuhan tersebut dengan baik," kata Yandi.
Selain itu, proses perbaikan dan penggantian komponen pada sepeda motor dengan kerangka pressed juga lebih sederhana. Mekanik tidak memerlukan peralatan khusus untuk memperbaiki kerangka yang mengalami kerusakan ringan, cukup dengan alat-alat dasar yang tersedia di bengkel-bengkel pada umumnya. "Perbaikan kerangka pressed bisa dilakukan dengan peralatan yang sederhana. Ini membuat biaya servis lebih terjangkau bagi konsumen," tambah Yandi.
Transformasi dan Perkembangan
Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan preferensi konsumen, penggunaan kerangka pressed mulai berkurang. Industri sepeda motor beralih ke penggunaan rangka tubular atau kombinasi antara tubular dan pressed untuk meningkatkan kekuatan dan kestabilan.
Rangka tubular yang terbuat dari pipa logam memberikan kekuatan yang lebih besar dan lebih tahan terhadap benturan, meskipun proses produksinya lebih kompleks dan mahal.
Namun demikian, sepeda motor dengan kerangka pressed masih memiliki tempat tersendiri di hati para kolektor dan penggemar motor klasik.
Desainnya yang ikonik dan sejarah panjangnya menjadikan motor-motor ini sebagai objek koleksi yang berharga. "Banyak penggemar motor klasik yang masih mencari dan merestorasi sepeda motor dengan kerangka pressed. Mereka menghargai nilai sejarah dan estetika dari motor-motor ini," jelas Yandi.
Peninggalan dan Warisan Kerangka Pressed
Kerangka pressed meninggalkan jejak yang signifikan dalam sejarah otomotif, khususnya di Indonesia. Pada masa kejayaannya, kerangka ini menjadi simbol inovasi dalam industri sepeda motor, menawarkan solusi yang efisien dan efektif bagi para produsen dan konsumen.
Meskipun kini lebih jarang digunakan, warisan kerangka pressed tetap hidup melalui komunitas pecinta motor klasik yang terus melestarikan dan merestorasi sepeda motor lama.
Yandi juga menyoroti pentingnya menjaga warisan ini. "Motor-motor lama dengan kerangka pressed adalah bagian dari sejarah otomotif kita. Merawat dan melestarikan mereka adalah cara untuk menghargai perjalanan panjang industri sepeda motor di Indonesia," kata Yandi.
Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi terus berkembang dan memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam desain dan konstruksi sepeda motor.
Namun, nilai sejarah dan sentimental yang melekat pada sepeda motor lama dengan kerangka pressed memberikan kita pelajaran tentang bagaimana inovasi masa lalu telah membentuk dunia otomotif saat ini. Dengan memahami dan menghargai warisan ini, kita dapat melihat bagaimana evolusi teknologi terus berlanjut, sambil tetap menghormati pencapaian-pencapaian dari masa lalu.
Di tengah arus modernisasi dan teknologi canggih, kerangka pressed tetap menjadi simbol dari era keemasan sepeda motor klasik. Bagi Yandi dan para penggemar motor lainnya, kerangka pressed bukan sekadar komponen teknis, melainkan juga bagian dari kenangan dan identitas budaya otomotif yang patut dilestarikan.
Wassalamu'alaikum.